Glio Pengendali Penyakit Tanaman

Rp40.000

Gliocladium solusi tanaman sehat bebas penyakit dengan cara menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman. Mencegah tersebarnya sumber infeksi penyakit. Melindungi akar tanaman dan juga perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit tanaman. Selaras dengan keseimbangan alam, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.

GLIOCLADIUM AGENS HAYATI PESTISIDA BIOLOGI PENGENDALI PENYAKIT TANAMAN

Kode produk Gliocladium: GLIO. Kemaan box. Isi: 100 gr. Natural GLIO (Gliocladium) adalah salah satu produk pestisida organik pengendali penyakit tanaman dari PT Natural Nusantara (NASA). Natural GLIO dapat digunakan untuk menghancurkan inokulum atau sumber infeksi penyakit bagi tanaman serta mencegah penyebaran sumber infeksi penyakit dengan kolonisasi tanah. Pestisida organik dari Nasa ini juga mampu melindungi akar-akar tanaman dan perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit pada tanaman. Penggunaan Natural Glio ini aman bagi lingkungan, manusia serta hewan.

MANFAAT NATURAL GLIOCLADIUM GLIO:

  • Menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
  • Mencegah tersebarnya sumber infeksi penyakit.
  • Melindungi akar tanaman dan juga perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit tanaman.
  • Selaras dengan keseimbangan alam, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.

MEKANISME KERJA GLIO GLIOCLADIM:

Natural GLIO Nasa memiliki sifat Hiperparasit terhadap penyakit tanaman (pathogen), sehingga dapat terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi dalam tanah. Natural GLIO akan mengeluarkan zat antibiotik berupa Gliovirin dan Viridin. Zat antibiotik ini akan mematikan pathogen penyebab penyakit pada tanaman. Natural GLIO ini akan berkembang terus-menerus mengkolonisasi sehingga dapat melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

TANAMAN SASARAN GLIOCLADIUM:

Bawang merah, Bawang daun, Cabai, Tomat, Terong, Kubis, Semangka, Melon, dan lain-lain.

PENYAKIT TANAMAN SASARAN GLIOCLADIUM:

Sasaran Utama:
✔ Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
✔ Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
Sasaran lainnya:
✔ Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
✔ Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)

Catatan Terkait Gliocladium:

✔ GLIO terutama bersifat preventif (pencegahan).
✔ GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.

Dosis & Petunjuk Penggunaan Gliocladium:

  • Penggunaan langsung, untuk tanaman pangan dan holtikultura diberi 1 – 2 gram tiap tanaman pada lubang yang hendak ditanami.
  • Penggunaan bersama dengan pupuk kandang (lebih dianjurkan), pupuk kandang/kompos 25-50 kg dicampur dengan 1 bungkus GLIO, diamkan dalam kondisi lembab + 1 minggu, lalu kemudian digunakan untuk pupuk dasar.
  • Tanaman yang telah terinfeksi penyakit, bila terjadi gejala-gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang matang 2-3 kg, kemudian diamkan +1 minggu lalu digunakan. Dosis yang dianjurkan 2-3 sendok makan pada tanaman yang terserang.

Catatan: Waktu pemberian GLIO saat sore hari.

PERINGATAN UNTUK GLIOCLADIUM:

  • Jangan dicampur dengan pestisida jenis lain.
  • Simpanlah di tempat yang sejuk dan terlindungi dari sinar matahari langsung.

HARGA JUAL GLIOCLADIUM:

  • WILAYAH JAWA: Rp. 40.000.
  • WILAYAH I: Rp. 42.000.
  • WILAYAH II: Rp. 43.000.
  • WILAYAH III: Rp. 44.000.
  • WILAYAH IV: Rp. 47.000.

Dapatkan Harga GLIO / GLIOCLADIUM Lebih Murah Dengan Cara Daftar Menjadi Agen.

Promo Gratis Ongkos Kirim Hari Ini Untuk Pembelian GLIO / GLIOCLADIUM Dengan Nominal Order Minimal Rp 2.500.000 Untuk Pengiriman ke Wilayah Pulau Jawa dan minimal order Rp 3.000.000 Untuk Pengiriman ke Wilayah Luar Pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Barat & Timur serta Papua.

Untuk Pemesanan GLIO / GLIOCLADIUM Anda Dapat Langsung Menghubungi Kami Bagas Pratama Distributor Pupuk Nasa ke Hp/Wa 0878-3527-8694

PEMBAGIAN WILAYAH HARGA JUAL GLIO NASA:

  • Wilayah Jawa: Jakarta, Cibinong-Bogor, Pelabuhanratu-Sukabumi, Cianjur, Soreang-Bandung, Teragong Kidul-Garut, Singaparna-Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Sumber-Cirebon, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang, Cikarang-Bekasi, Ngamprah-Bandung Barat, Parigi-Pangandaran, Sukabumi, Bekasi, Depok, Cimahi, Banjar, Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Cilegon, Ciruas, Serang, Tigaraksa, Rangkasbitung-Lebak, Pandeglang, Cilacap, Purwokerto-Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid-Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi-Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang-Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen-Pekalongan, Pemalang, Slawi-Tegal, Brebes, salatiga, Surakarta/ Solo, Kartasura/ Kartosuro, Jogja/ Yogyakarta (Sleman, Wates-Kulon Progo, Wonosari-Gunungkidul, Bantul), Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kanigoro-Blitar, Ngasem-Kediri, Kepanjen-Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Kraksaan-Probolinggo, Bangil-Sidoarjo, Mojosari-Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Caruban-Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pasuruan, Surabaya, Batu, dll.
  • Wilayah 1 (satu): Lampung, Bandar Lampung, Metro, Krui – Pesisir Barat, Tulang Bawang, Wiralaga Mulya Mesuji, Pringsewu, Gedong Tataan-Pesawaran, Blambangan Umpu – Way Kanan, Sukadana, Menggala, Liwa, Kotabumi, Gunung Sugih, Kalianda, *Bengkulu, Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko, Rejang lebong, Seluma, Palembang: Prabumulih, Banyuasin, Empat lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan ilir, Ogan Komering ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan komering Ulu Selatan dan Timur, Penukal Abab lematang ilir. Lubuklinggau, Pagar Alam, Bali : Denpasar, Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, Tabanan, Mataram Nusa Tenggara Barat, Tanah Bumbu, Makassar atau Ujung Pandang, Palangkaraya, Barito, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin, Lamandau, Murung Raya, Pulang Pisau, Sukamara, Seruyan, Banjarmasin, Banjarbaru, Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan Tengah dan Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu dan Laut, Tapin, Balikpapan, Bontang, Samarinda, Berau, Kutai Barat dan Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, Penajam Paser Utara.
  • Wilayah 2 (Dua): Pontianak, Singkawang, Pemangkat – Sambas, Sungai Kunyit – Mempawah, Sanggau, Tumbang Titi – Ketapang, Sintang, Putussibau – Kapuas Hulu, Bengkayang, Ngabang – Landak, Sekadau, Nanga Pinoh – Melawi, Sukadana – Kayong Utara, Sugai Raya – Kubu Raya, Samarinda, Berau, Kutai Barat dan Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, Penajam Paser Utara, Kendari, Bombana, Buton, Kolaka, Konawe, Muna, Muna Barat, Wakatobi, Kota Bau Bau, Jambi, Batanghari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Sungai Penuh, Padang, Agam, Dharmasraya, Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah datar, Bukit tinggi, Padangpanjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Medan, Medan, Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Padang lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba samosir, Binjai, Gunungsitoli, Padangsidempuan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjungbalai, Tebing Tinggi, Bontang, Kupang Nusa Tenggara Timur, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang, Palopo, Luwu, Tanah Laut, Barabai, Amuntai, Batu Licin.
  • Wilayah 3 (Tiga): Brunei Aceh Darussalam : Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Langsa, Lhokseumawe, Sabang, Subulussalam, Batam Tanjung Pinang, Palu, Banggai, Banggai Laut dan Kepulauan, Buol, Donggala, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Tojo Una Una, Toli Toli, Manado, Bolaang Mangondow, Kepulauan Sangihe dan Siau Tagulandang Biaro, Talaud, Minahasa, Bitung, Kotamobagu, Tomohon, Ambon, Buru, Kepulauan Aru, Seram, Tual, Ketapang, Kutai Barat, Berau, Sanggau, Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Tarakan, Sintang, Malino, Tamiang Layang, Bengkayang, Buntok, Barito Selatan, KEPRI, Mamasa, Poso.
  • Wilayah 4 (Empat): Maluku Utara, Sofifi, Ternate, Halmahera, Kepulauan Sula, Pulau Morotai dan Taliabu, Tidore, Manokwari, Fakfak, Kaimana, Manokwari Selatan, Maybrat, Pegunungan Ampat, Sorong, Tambrauw, Teluk Bintuni dan Wondama. Teluk Cendrawasih. Serui, Papua : Jayapura, Asmat, Biak Numfor, Boven Digoel, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Jayawijaya, Keerom, Kepulauan Yapen, Lanny Jaya, Mamberamo Raya, Mappi, Merauke, Mimika, Nabire, Nduga, Paniai, Pegunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Sarmi, Supiori, Tolikara, Waropen, Yahukimo, Yalimo.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Glio Pengendali Penyakit Tanaman”

Your email address will not be published. Required fields are marked *