Tanaman Perkebunan

TANAMAN PERKEBUNAN DI INDONESIA.

Apakah jenis tanaman perkebunan itu? di Indonesia macam2 tanaman perkebunan itu jumlahnya ada banyak, berikut ini yang akan kami beritahukan kepada Anda hanya 15 nama tanaman perkebunan saja.


15 Macam Nama Tanaman Perkebungan di Indonesia:

  1. Cengkeh.
  2. Kayu manis.
  3. Kakao/ Coklat.
  4. Kapas.
  5. Karet.
  6. Kelapa sawit.
  7. Kopi.
  8. Kelapa.
  9. Lada.
  10. Pala.
  11. Panili.
  12. Rami.
  13. Tebu.
  14. Teh.
  15. Tembakau.

Penjelasan Mengenai Tanaman Perkebunan Yang Ada di Indonesia:

  1. Cengkeh.
    Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan jenis tanaman komoditi perkebunan strategis yang berasal dari Kepulauan Maluku. Cengkeh adalah tanaman famili Myrtaceae yang tumbuh subur di daerah Tropis. Di Indonesia terdapat tiga jenis tanaman cengkeh yang banyak dibudidayakan, antara lain Zanzibar, Sikotok dan Siputih. Manfaat cengkeh digunakan sebagai bahan makan (bumbu dapur), penguat cita rasa dan aroma pada minuman, industri farmasi (kesehatan), minyak atsiri (kosmetik dan parfum), serta industri obat herbal.
  2. Kayu Manis.
    Kayu Manis (Cinnamomum sin.C.zeylanicum) adalah tanaman komoditas perkebunan asli Indonesia yang memiliki prospek menjanjikan. Seluruh bagian tanaman kayu manis dapat menghasilkan aroma, namun kualitas aroma tertinggi terdapat pada batang (kulit).Tanaman kayu manis sering digunakan sebagai pelengkap bumbu dapur, serta merambah industri pangan, industri kesehatan dan industri obat herbal.
  3. Kakao / Coklat.
    Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan untuk menghasilkan produk berupa coklat. Tanaman kakao masuk dalam keluarga Strerculiaceae yang berasal dari hutan-hutan Amerika Selatan dan pada awalnya dibudidayakan oleh bangsa Indian Aztec. Terdapat 3 jenis kakao, yakni Criollo, Forestero dan Trinitario. Hasil budidaya tanaman kakao banyak digunakan untuk bahan baku industri makan dan minuman, industri kecantikan (parfum dan kosmetik).
  4. Kapas.
    Kapas (Gossypium sp) adalah tanaman komoditas industri perkebunan yang cukup komersial. Bahan baku serat kapas dimanfaatkan dan digunakan untuk industri tekstil, industri kertas, dan industri bahan perekat. Tanaman kapas berbentuk semak atau pohon yang tumbuh didaerah tropis dan subtropis.
  5. Karet.
    Indonesia adalah penghasil komoditas perkebunan getah karet (lateks) terbesar kedua di dunia. Produk hasil olahan tanaman karet digunakan untuk industri otomotif sebagai bahan baku ban dan industri kesehatan untuk produk alat kesehatan. Tanaman karet (Hevea brasiliensis) tumbuh optimal di wilayah dengan iklim tropis. Pohon karet yang memasuki umur tanam 5-7 tahun dapat di panen dengan cara disadap dan diambil getahnya.
  6. Kelapa Sawit.
    Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq.) adalah komoditas perkebunan penghasil minyak nabati terbesar kedua di dunia. Produk hasil olahan dari kelapa sawit berupa minyak makan, minyak industri dan bahan bakar (biodesel).
  7. Kopi.
    Kopi (Coffee sp) adalah komoditas perkebunan yang berasal dari daerah Afrika. Sejarah masuknya tanaman kopi di Indonesia tidak lepas dari masa penjajahan Belanda. Terdapat beberapa jenis kopi yang cukup banyak peminatnya, yaitu kopi arabika, kopi robusta dan kopi liberika. Selain dimanfaatkan untuk minuman, kopi juga digunakan untuk industri kosmetik dan farmasi.
  8. Kelapa.
    Kelapa (Cocos nucifera) adalah tanaman komoditas perkebunan keluarga Arecaceae yang berkerabat dekat dengan tanaman Aren yang berasal dari pesisir Samudera Hindia. Hampir seluruh bagian tanaman kelapa bisa dimanfaatkan. Beberapa produk hasil olahan tanaman kelapa yaitu kopra (minyak kelapa) dan air kelapa (bahan baku nata dan jelly).
  9. Lada.
    Lada (Piper nigrum L.) adalah jenis tanaman komoditi perkebunan strategis. Tanaman lada tumbuh seperti semak dengan sifat merambat atau menjalar. Budidaya tanaman lada di Indonesia umumnya menggunakan sistem tanam tumpang atau tanaman sela (pendamping tanaman utama). Lada merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan di Indonesia, selain itu juga digunakan untuk keperluan industri kesehatan, farmasi dan obat herbal.
  10. Pala.
    Pala (Myristica fragrans) adalah tanaman perkebunan bernilai ekonomis tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman pala dapat dimanfaatkan. Pala banyak digunakan untuk industri makanan dan minuman, industri pengawetan ikan, industri kecantikan (kosmetik dan parfum), industri pembuatan sabun dan industri obat herbal. Sentra pala di Indonesia antara lain berada di Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara dan Aceh.
  11. Panili.
    Panili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman komoditi perkebunan yang tumbuh merambat atau menjalar dan masih satu kerabat dengan tanaman anggrek (Orchidaeceae) yang berasal dari negara Meksiko. Budidaya tanaman panili banyak diperuntukan sebagai penguat aroma dan rasa pada makanan dan minuman.
  12. Rami.
    Tanaman Rami (Linum usitatissimum) merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi sebagai penghasil serat pembuat pakaian dan karung goni. Tanaman rami dibudidayakan oleh manusia sejak 5000 – 6000 SM di Mesir. Sebelum manusia mengenal benang yang terbuat dari kapas, pemanfaatan serat rami saat itu digunakan sebagai pembalut dan pelapis mumi.
  13. Tebu.
    Tebu (Saccharum L.) adalah tanaman komoditas perkebunan penghasil bahan baku gula dan vetsin. Tanaman dalam famili Poaceae ini berkerabat dekat dengan jenis tanaman rumput-rumputan, seperti jagung, padi, sorgum dan gandum. Hasil olahan tanaman tebu sebagian besar digunakan untuk industri pangan (makan dan minum), farmasi dan pakan ternak.
  14. Teh.
    Teh (Camellia sinensis), spesies tanaman yang berasal dari China ini telah tersebar di seluruh dunia. Produk olahan dari tanaman teh adalah minuman teh yang berasal dari beberapa jenis teh, seperto teh hitam, teh hijau, teh olong, dan lainnya. Selain itu, tanaman teh juga dimanfaatkan untuk industri kecantikan (kosmetik), industri kesehatan dan obat herbal.
  15. Tembakau.
    Tembakau (Nocotina tabacum sp) merupakan tanaman yang cocok tumbuh pada iklim tropis. Tanaman yang berasal dari benua Amerika ini pertama kali ditemukan oleh Columbus. Awalnya tanaman tembakau digunakan untuk tanaman hias dan tanaman obat-obatan yang ditanam di Eropa, namun oleh masyarakat Spanyol berkembang dan dimanfaatkan untuk cerutu. Di Indonesia, tembakau dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, industri rokok dan cerutu, serta bahan baku pestisida.

Demikian informasi tanaman perkebunan yang ada di Indonesia yang dapat kami sampaikan kepada Anda semuanya, semoga bermanfaat.